TETEP SMANGAT YAAAA !!

Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

Kecantikanmu,Jangan Sebatas Fisik

لسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

CANTIK gak melulu urusan penampilan. Otak kudu di-upgrade juga. Bayangkan kalo kamu cantik secara fisik, tapi ternyata isi otak kosong melompong. Hiii…emangnya kamu manekin? Itu tuh, boneka cantik yang suka dipajang di depan toko baju trus diberi baju warna-warni.

Perempuan cantik identik dengan bodoh. Bukan nyindir loh. Tapi fakta di lapangan yang seringkali berbicara demikian. Coba kamu amati deh, siapa-siapa aja yang demen banget ikut lomba Miss atau kontes yang isinya Cuma pamer aurat. Dijamin semuanya gak ada yang berwajah jelek. Body pun sama-sama aduhai yang bisa bikin jantung kaum adam berdetak kencang.

Tapi, pernahkah kamu berpikir tentang kualitas otak mereka yang berlomba kecantikan itu? Hmm…amat sangat patut diragukan tuh. Sebagai contoh konkret aja si Nadine, yang membawa nama Indonesia di ajang Miss Universe. Belum apa-apa bahasa Inggris doi udah kacau beliau. “Indonesia is my beautiful city.” Nah lho, si Nadine bingung tuh bahasa Inggrisnya Negara apaan. Jadilah kalimat yang sangat tulalit ini yang muncul.

Lalu ada Mendoza dari Puerto Rico yang jadi pemenang miss universe. Apalagi yang dinilai kalo bukan kecantikan sedangkan bahasa Inggris aja, di Mendoza yang penuh doza ini gak bias. Belum lagi cita-citanya yang sebatas pingin jadi bintang film. Walah…selama modal Cuma body aja, siapa juga yang gak bias meraih cita-cita jadi bintang film? Beda banget dengan upaya meraih cita-cita jadi ahli nuklir misalnya.

Level dunia aja segini parah kualitas otak kontestannya. Apalagi level local atau bahkan RT. Dijamin deh, kualitas otak peserta cerdas cermat tingkat RT  dibanding dengan kontestan Miss Universe, pasti jauh lebih bagus.

Mind your Brain

Semua manusia punya otak. Jangankan manusia, hewan aja punya kok. Yang membedakan manusia dan hewan adalah akalnya. Jangan bingung membedakan antara otak dan akal. Kalo otak jelas-jelas organ yang ada di dalam batok kepala. Kalo akal itu baru deh ada unsur pembentuknya. Empat unsure itu antara lain fakta, informasi sebelumnya, indera yang kita punya dan yang pasti otak dong.

Contoh sederhananya begini. Ada fakta kontes Miss-miss-an itu. Mata kita sebagai indera penglihat secara jelas melihat bahwa kontes ini emang ajang adu aurat. Informasi sebelumnya berupa pengetahuan bahwa perempuan itu mulia apabila auratnya dilindungi bukan dipamerkan sedemikian rupa. Nah, otak yang nantinya memproses kejadian ini dan memberikan sebuah keputusan berupa akal yang jernih bahwa kontes kecantikan semacam ini sangat merendahkan kedudukan perempuan sendiri.

Jadi perempuan yang dilahirkan dengan wajah cantik dan tubuh aduhai, nggak dosa kok. Yang salah adalah apabila wajah cantik dan tubuh aduhai itu disalahgunakan dengan dipamer-pamerkan di depan khalayak umum. Boleh dipamerkan, tapi nanti di depan suami aja. Akur kan?

Memaksimalkan fungsi otak, adalah jalan untuk menemukan iman. Ini nih yang paling oke pada diri manusia termasuk perempuan. Iman ini yang akan menuntun kamu merasa malu bila umbar aurat. Iman ini yang akan menjadikan kamu perempuan berkualitas lebih, bukan standar aja. Cantik di kepala dan hati ini umurnya everlasting alias abadi. Kalo Cuma cantik fisik, berapa sih usia kulit mampu bertahan dari kerut? Paling juga beberapa tahun ke depan semua kulit manusia akan mengalami penuaan. Masa iya masih ada yang bilang kamu cantik bila kulit sudah penuh gelambir?

Beda banget ketika diri dihargai dengan sesuatu yang jauh lebih hakiki, iman dan potensi diri. Yakin deh, ini semua bakal awet dan dibawa sampai mati. Jadi muslimah cerdas, pati pilihan ini yang bakal kamu ambil. Sudah kuno bila memaknai cantik hanya sebatas fisik. So, menjadi muslimah cantik? Harus itu. Asal bisa menempatkan cantik seperti apa yang harus diraih dan diupayakan. Selamat menjadi cantik hari ini

Semoga bermanfaat...

Rabu, 28 Maret 2012

Ta'aruf Dalam Islam

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Perbedaan taaruf dengan pacaran

   Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.
  Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri.

Proses taaruf

Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi, taaruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.

Tujuan taaruf

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting. Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.
Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Khusus dalam kasus taaruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh di sana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua telapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena telapak tangan wanita bukanlah termasuk aurat.

Manfaat Taaruf

   Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syariat Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, nge-date dan seterusnya dengan menggunakan alasan taaruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran, sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami-istri ini.

SEMOGA BERMANFAAT...

Rabu, 14 Maret 2012

sanyangilah wanita


الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْداً كَثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
Amma ba’du,
Wahai kaum muslimin dan muslimat!
Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bersyukurlah kepada-Nya yang telah menunjukkan Anda kepada agama Islam dan menganugerahkan nikmat dan karunia-Nya kepada Anda semua.
Wahai para hamba Allah, Ibadallah!
Salah satu kelebihan agama Islam dan keistimewaan syariat kita ialah lengkap dan menyeluruh. Tidak ada satupun aspek kehidupan yang tidak ditentukan peraturan dan hukumnya. Allah Maha Bijaksana dalam menciptakan dan memilih segala sesuatu.
أَلاَيَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِير
“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mulk: 14)
Ayyuhal muslimun! Salah satu aspek utama yang mendapat perhatian besar dari Islam, bahkan dikelilingi dengan pagar yang kokoh dan dibuatkan tata cara yang jelas karena kedudukannya yang sangat peting ialah aspek yang berhubungan dengan wanita, tanggung jawabnya di dalam umat, kedudukannya di masyarakat, serta hak dan kewajibannya. Hal itu tidak lain karena wanita merupakan batu bata dan bibit pertama yang menjadi pondasi bangunan keluarga. Kemudian menjadi pondasi kebangkitan umat dan pembangunan peradabannya. Di samping itu, wanita adalah ibu yang penuh kasih dan sayang, pendidik yang terhormat, pasangan hidup yang setia dan meneteramkan jiwa, adik yang pemurah dan menyenangkan, putri yang lembut dan berbakti, bahkan merupakan lembaga pendidikan yang sesungguhnya untuk menyiapkan generasi dan mencetak pemimpin-pemimpin masa depan.
Saudara-saudara seiman dan seakidah! Islam datang tatkala wanita terampas hak-haknya, patah sayap-sayapnya, tercabut kehormatan-kehormatannya, dilecehkan dan diremehkan, dianggap sebagai biang keladi kesialan, diperlakukan secara buruk, disejajarkan dengan barang murahan, dihargai serendah-rendahnya, bisa dijual belikan, bisa dihibahkan dan disewakan semaunya, tidak punya hak milik dan hak waris, bahkan boleh dibunuh atau dikubur hidup-hidup tanpa kesalahan dan dosa apapun. Ketika Islam datang dengan kebijaksanaan dan keadilannya, langsung mengangkat martabat wanita, menaikkan kedudukannya, mengembalikan kehormatannya, memperlakukannya secara proporsional, melenyapkan prilaku jahiliyah terhadapnya dan menganggapnya sebagai pasangan hidup laki-laki dan saudara kandungnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut wanita di dalam kitab suci-Nya bersama-sama dengan laki-laki dalam banyak tempat. Allah berfirman,
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّى لآَأُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى
“Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), ‘Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan.” (QS. Ali Imron: 195)
Allah juga berfirman ,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
Dan Allah berfirman,
يَآأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وأُنثَى
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.”(QS. Al-Hujurat: 13)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan agar umatnya memperlakukan wanita dengan baik. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perlakukanlah kaum wanita dengan baik.” (Shahih Al-Bukhari, 5186 dan Shahih Muslim, 1468)
Sementara Ahmad, Abu daud dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda,
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang paling baik kepada istri-istrinya.” (Al-Musnad, 2/472, Sunan Abi Daud, 4682, Jami’ At-Tirmidzi, 1162 dan Shahih Ibnu Hibban, 4176)
Islam juga menjamin hak-hak wanita untuk memperoleh kehormatan, kemanusiaan, kebebasan (yangsyar’i), dan amal-amal Islam yang sesuai dengan karakter kewanitaannya, sepanjang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Juga tidak berlawanan dengan kaidah-kaidah atau tujuan-tujuan pokok syariat Islam, serta dilaksanakan di dalam lingkungan wanita yang terlindung. Islam bahkan memberikan hak yang sama antara laki-laki dan wanita dalam sejumlah bidang. Hanya, kesamaan hak ini bertumpu pada ukuran syariah dan berpijak pada dasar nash yang shahih dan akal yang sehat.
Sesungguhnya Allah telah membekali laki-laki dan wanita dengan kekuasaan, keistimewaan dan piranti tertentu yang berbeda satu sama lain. Dan Islam menyiapkan laki-laki dan wanita untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu yang sesuai denga kodrat masing-masing di dalam hidup ini. Allah memberikan fisik yang kuat kepada laki-laki agar dapat berusaha dan bekerja keras. Sedangkan wanita di karuniai kelembutan dan kasih sayang agar dapat mendidik anak-anak, membesarkan generasi dan membangun keluarga muslim dengan baik.
Wahai umat Islam! Apa lagi yang diinginkan wanita setelah mendapatkan kemuliaan ini? Apa lagi yang diidam-idamkan oleh kaum hawa setelah memperoleh perlindungan dan perhatian semulia ini? Apakah mereka ingin mengganti sesuatu yang baik dengan sesuatu yang buruk? Apakah mereka lebih suka berpenampilan seronok, membuka aurat, merendahkan martabat sendiri, dan bergaul bebas daripada menjalani hidup yang suci, terpelihara dan terhormat? Apakah mereka hendak membuang nash-nash Al-Qur’an dan hadits yang berisi perintah menutup aurat dan menjaga kehormatan diri ke tempat sampah. Kemudian memilih terpedaya dengan bunga-bunga yang menjebak, suara-suara yang keras, propagAnda-propagAnda yang menyesatkan, dan kata-kata bernada menipu yang menghampiri kita dari waktu ke waktu? Akankah mereka meninggalkan kewajiban meneladani para Ummul Mukminin yang suci dan tokoh-tokoh muslimah terkemuka yang shalihah seperti ibu Aisyah, Khadijah, Fatimah, Sumayyah, Nusaibah dan lain-lain. Kemudian memilih mengikuti jejak wanita-wanita jalang dan meniru gaya hidup wanita-wanita pendosa? Wal iyadzu billah!
Saudaraku, wanita muslimah! Anda tidak akan dapat menggapai kesempurnaan yang Anda inginkan, mengembalikan kejayaan yang hilang, dan meraih kedudukan yang tinggi kecuali dengan mengikuti ajaran Islam dan mematuhi hukum-hukum syariat. Karena ia dapat menanamkan rasa cinta kepada keutamaan dan kemauan untuk membersihkan diri dari kenistaan. Pertahankan kedudukan Anda, maka Anda pasti dipuji! Tinggallah di rumah, maka Anda pasti bahagia! Jagalah aurat, maka Anda akan menjadi wanita shalihah! Dan peliharalah kehormatan diri, maka Anda akan bebas dari masalah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَتَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُوْلَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’” (QS. Al-Ahzab: 59)
Wahai wanita! Di dalam Islam, Anda adalah mutiara yang dilindungi dan permata yang dijaga. Sedangkan di tempat lain, Anda adalah boneka di tangan orang yang jahat, mainan dan dagangan yang bisa diperjual-belikan, bahkan dipermainkan oleh serigala berkepala manusia. Mereka mengabaikan kehormatan dan kemuliaannya. Kemudian mereka menyebutnya seperti biji dan membuangnya seperti daki.
Jadi, manakala wanita melanggar etika-etika Islam, mengabaikan auratnya dan memamerkannya kepada laki-laki, bergaul bebas dengannya dan memakai parfum yang wangi, air mukanya pasti akan kering, rasa malunya berkurang, dan wibawanya menghilang. Lalu malapetaka besar akan menimpanya, keburukan dan penderitaan akan menderanya.
Wahai wanita muslimah yang bangga dengan keislamannya! Wahai wanita merdeka yang terjaga dan terpelihara! Anda adalah pusaka terbaik yang diwariskan oleh generasi terbaik. Berpeganglah pada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. Waspadalah terhadap tangan-tangan yang jahil, mata-mata usil, dan jiwa-jiwa kotor lagi jahat yang hendak menurunkan Anda dari singgasana kemuliaan, menjatuhkan Anda dari langit kejayaan, dan mengusir Anda dari istana kebahagiaan. Awas, jangan sekali-kali terpedaya dan takluk di depan perang terbuka antara serba tertutup dan serba terbuka, antara serba terjaga dan serba boleh. Betapa tidak, fakta telah membuktikan secara nyata bahwa berpakaian seronok dan membuka aurat adalah kendaraan dan jalan menuju kerusakan dan kebejatan moral.
Sesungguhnya musuh-musuh Islam itu merasa gusar dan sakit hati melihat kehormatan dan kemuliaan yang disandang wanita muslimah. Maka mereka pun berusaha memasang perangkap dan menjebaknya, lalu menembaknya dengan tombak dan anak panah. Anehnya, ada orang-orang tertentu yang sebangsa dan sebahasa dengan kita rela memperjuangkan cita-cita mereka, bergabung dengan mereka, dan berusaha menyebarkan ide-ide mereka. Mereka melancarkan perang pemikiran yang sangat dahsyat terhadap saudara-saudara kita, kaum muslimah melalui judul-judul yang menipu dan kata-kata yang menyihir di sana dan sini. Mereka mengaku sebagai pembebas wanita. Mereka menuntut agar wanita bekerja di luar rumah. Mereka menyebarkan isu-isu yang provokatif dan syubhat-syubhat yang batil. Terhadap masyarakat muslim yang memegang teguh ajaran agamanya. Mereka mengatakan, “Masyarakat itu mati separuh. Ia bernafas hanya dengan satu paru. Bagaimana mungkin wanita dibiarkan terkurung dan terpenjara di dalam rumah? Dan banyak lagi bualan dan ungkapan menyesatkan yang mereka lontarkan. Apa yang mereka inginkan? Apa target mereka? Ya, target mereka adalah melepaskan wanita dari akhlak-akhlaknya, adab-adabnya, aturan-aturannya, nilai-nilainya dan dasar-dasarnya, serta menjerumuskannya dalam keburukan dan kerusakan. Mereka menginginkan agar wanita menjadi model (peragawati) dan komodoti yang diperjual-belikan oleh orang-orang idiot dan tolol. Lalu, siapa yang akan mengurus rumah tangga, membahagiakan keluarga dan mendidik anak-anak?”
Demi Tuhan, katakan pada saya: Malapetaka apa yang akan terjadi ketika hijab diinjak-injak, jilbab ditinggalkan, dan wanita menjadi mangsa serigala-serigala berkepala manusia akibat pakaian mini dan pergaulan bebas yang ada di kantor-kantor, sekolah-sekolah dan pasar-pasar ? Tidak cukupkah apa yang terjadi pada masyarakat-masyarakat yang melanggar ajaran Islam itu sebagai pelajaran dan pengekang. Mereka terjerumus ke dalam kubangan nista, jurang keburukan dan lumpur kerusakan tatkala mereka mengabaikan urusan wanita. Sehingga banyak sekali teriakan dan tuntunan yang meminta agar wanita kembali kepada benteng dan posnya seperti sediakala. Apakah orang yang punya sedikit rasa cemburu dan kejantanan rela membiarkan istrinya atau putrinya menjadi santapan mata orang-orang fasik, atau menjadi hidangan terbuka dan makanan empuk di depan mata orang-orang yang tidak bermoral dan sakit jiwa ?
Fakta yang berkembang di lapangan menunjukkan bahwa keluarnya wanita dari rumah adalah tanda kerusakan dan kehancuran, tanda-tanda kekacauan dan kerusakan, dan lambang putusnya jalinan keakraban, cinta kasih dan keutamaan, serta sinyal merebaknya kerusakan akhlak di tengah masyarakat.
Kepada saudara-saudara kami kaum muslimah di dunia Islam, seruan ini kita tujukan kepada setengah dari tanah suci ini. Teruslah berpegang teguh kepada Kitab Allah, menggigit Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan gigi geraham, serta mengikuti ajaran-ajaran dan etika-etika Islam.
Kepada organisasi-organisasi wanita di mana saja kami serukan agar Anda waspada terhadap dampak dari pelanggaran kaum wanita terhadap petunjuk Islam dan hanyut di dalam simbol-simbol yang mengkilat serta propaganda-propaganda beracun yang menyesatkan dan menghantam akhlak-akhlak, nilai-nilai dan adab-adab wanita.
Kepada orang-orang yang bertanggung jawab atas pendidikan, pembinaan dan pengawasan terhadap remaja-remaja putri. Di samping tertuju kepada sisi-sisi keimanan, pendidikan dan akhlak, kita juga harus membuat garis batas yang tegas dan tembok yang kokoh untuk membendung mengatasi hantaman air bah kejadian-kejadian yang memalukan, pemandangan-pemandangan mesum, film-film porno, foto-foto atau gambar-gambar telanjang atau semi telanjang yang bisa membunuh rasa cemburu dan akhlak, serta menimbulkan kedunguan dan ketololan. Dan kami juga mengingatkan kepada para suami dan para orang tua agar senantiasa melaksanakan tugasnya dengan baik dalam memimpin wanita. Hal ini dalam rangka melaksanakan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَآءِ
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (QS. An-Nisa’: 34)
Mereka harus bertakwa kepada Allah dan menjaga dirinya, istrinya dan anak-anaknya dari adzab AllahSubhanahu wa Ta’ala. Yaitu dengan cara mendidik dan membiasakan mereka dengan ajaran-ajaran Islam. Jangan pernah membiarkan mereka tanpa kontrol dan pengawasan yang memadai. Kita bener-bener berharap agar mereka tetap mempertahankan rasa cemburu mereka terhadap wanita dalam rangka menjaga kehormatan mereka, lebih-lebih agama dan akhlak mereka.
Wahai orang-orang yang berakal sehat ! Ambillah pelajaran, waspadalah dan jangan terlena! Karena orang yang berbahagia adalah orang yang mau mengambil pelajaran dari orang lain. Ketahuilah bahwa keterpurukan masyarakat umat sekarang ini dan kemorosotan akhlaknya tidak terjadi kecuali setelah mengalami keterpurukan system keluarganya dan rusaknya pola pendidikan kaum wanitanya. RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sesudah kematianku yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain (fitnah yang dipicu oleh) wanita.” (HR. Al-Bukhari,5096 dan Muslim, 2740 )
Dan beliau juga bersabda,
“Maka takutlah akan dunia dan takutlah akan wanita, karena fitnah (malapetaka) pertama bagi bani Israil dahulu adalah masalah wanita.” (HR. Muslim, 2742 )
بارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ

KHUTBAH JUM’AT KEDUA

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ:
Amma ba’du,
Wahai kaum muslimin dan muslimat , Bertakwalah kepada Allah. Berpegang teguhlah pada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah, karena petunjuk yang terbaik ialah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan perkara yang paling buruk ialah perkara (bid’ah) yang diada-adakan.
Ayyuhal ikhwah wal akhawat fillah! Isu wanita merupakan isu yang sangat penting dan pelik, serta perlu diangkat secara terus-menerus dan fokus. Karena isu ini telah dijadikan sebagai kendaraan dan target oleh musuh-musuh Islam. Melalui isu inilah mereka menyebarkan syubhat (keragu-raguan), kebatilan dan racun manakala banyak umat Islam yang lengah. Oleh karena itu supaya orang-orang awam tidak terpedaya oleh tipu daya mereka, maka setiap muslim sesuai dengan bidangnya masing-masing harus peduli pada isu ini dan harus bisa menjelaskan bagaimana jalan Islam dalam masalah ini. Hal itu untuk membuktikan kepada seluruh dunia bahwa alhamdulillah kita masih memahami urusan agama kita dengan baik. Dan juga untuk menunjukkan kepada mereka bahwa gadis-gadis kita yang terpelihara masih bangga dengan keislamannya, masih memegang teguh agamanya, dan tidak dipusingkan dengan bualan orang-orang yang memusuhi akhlak-akhlak, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang luhur. Lebih-lebih bagi kita yang hidup di tanah suci, di mana kaum wanita masih memegang teguh jalan Islam yang benar. Bahkan kaum wanita di sini menjadi prihal yang sitimewa, lain daripada yang lain, dan memiliki peradaban yang sangat mencolok di saat wanita pada umumnya tengah menghadapi gelombang fitnah yang datang bertubi-tubi. Hal itu tidak lain karena para pemimpinnya masih memegang teguh ajaran-ajaran Islam dan mendukung pelarangan terhadap hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, seperti berpakaian seronok, membuka aurat, bergaul bebas dengan lawan jenis dan lain-lain,alhamdulillah.
Di sini ada satu hal penting yang perlu diingatkan, bahwa wanita muslimah yang datang ke rumah Allah terutama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi harus bisa menjadi contoh dan teladan dalam menjaga kehormatan diri, sopan santun, menutup aurat dan memakai hijab syar’i yang menutupi wajah dan seluruh badannya. Ini dalam rangka mengamalkan nahs-nash yang shahih dan sharih dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ia juga harus menghindari berdesak-desakan dengan laki-laki dan tidak mengganggu mereka dengan aroma parfum yang harum, pakaian yang indah dan perhiasan yang mewah, agar ia mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apakah kata-kata ini akan sampai kepada telinga yang mau mendengarkan dan hati yang mau menampung? Itulah yang kita harapkan dan kita inginkan.
إِنْ أُرِيدُ إِلاَّ اْلإِصْلاَحَ مَااسْتَطَعْتُ وَمَاتَوْفِيقِي إِلاَّ بِاللهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Huud: 88)
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ